Aku kira dia (akan) ada disitu. Nyatanya dia mau pergi jauh.
But it's ok., i think i'm jealous of u.
U get a good opportunity, and you're right to accept that.
U pay no expenses. I proud of u.
But the worst is, I'll lost u.
Catch it, dude. Catch it while u can!
Senin, 08 Maret 2010
Sabtu, 06 Maret 2010
Sebuah Lagu
Lagu ini lagi aku senengi,, padahal aku nggak terlalu suka penyanyinya., hehe..
Buat yang suka Taylor Swift pasti tau lagu ini. Judulnya Crazier. Aku emang lagi dibuat crazier sama seseorang,, tapi mungkin dia gak sadar kalo dia bikin aku kayak gitu.,
I've never gone with the wind
Just let it flow
Let it take me where it wants to go
Till you open the door
There's so much more
I've never seen it before
I was trying to fly
But I couldn't find wings
Then you came along
And you changed everything
You lift my feet off the ground
Spin me around
You make me crazier, crazier
Feels like I'm falling and I
I'm lost in your eyes
You make me crazier,
Crazier, crazier
Watched from a distance as you
Made life your own
Every sky was your own kind of blue
And I wanted to know
How that would feel
And you made it so real
You showed me something that I couldn't see
Opened my eyes and you made me believe
You lift my feet off the ground
Spin me around
You make me crazier, crazier
Feels like I'm falling and I
I'm lost in your eyes
You make me crazier,
Crazier, crazier, oh
Baby, you showed me what living is for
I don't want to hide anymore
You lift my feet off the ground
You spin me around
You make me crazier, crazier
Feels like I'm falling and I
I'm lost in your eyes
You make me crazier,
Crazier, crazier
Crazier, crazier
Buat yang suka Taylor Swift pasti tau lagu ini. Judulnya Crazier. Aku emang lagi dibuat crazier sama seseorang,, tapi mungkin dia gak sadar kalo dia bikin aku kayak gitu.,
I've never gone with the wind
Just let it flow
Let it take me where it wants to go
Till you open the door
There's so much more
I've never seen it before
I was trying to fly
But I couldn't find wings
Then you came along
And you changed everything
You lift my feet off the ground
Spin me around
You make me crazier, crazier
Feels like I'm falling and I
I'm lost in your eyes
You make me crazier,
Crazier, crazier
Watched from a distance as you
Made life your own
Every sky was your own kind of blue
And I wanted to know
How that would feel
And you made it so real
You showed me something that I couldn't see
Opened my eyes and you made me believe
You lift my feet off the ground
Spin me around
You make me crazier, crazier
Feels like I'm falling and I
I'm lost in your eyes
You make me crazier,
Crazier, crazier, oh
Baby, you showed me what living is for
I don't want to hide anymore
You lift my feet off the ground
You spin me around
You make me crazier, crazier
Feels like I'm falling and I
I'm lost in your eyes
You make me crazier,
Crazier, crazier
Crazier, crazier
Jumat, 05 Maret 2010
Aku Ingin Bersama Pilihanku
Wooooii.. romantis amaaat!
Nggak segitunya kali., tapi maaf ya kanca2,, judul tadi nggak buat "seseorang" yang ada di dekatku sekarang.
Oke, it's about my choice. Kembali ke penerimaan rapor kenaikan kelas 11 (maksudnya naik ke kelas 11), setahun kurang dikit yang lalu. Aku cukup mengecewakan hati ortuku dengan masuk kelas second choice yang pastinya tidak-diinginkan-untuk-terjadi. Tapi ini pilihanku, malahan aku udah netapin sejak kelas 4 SD. Pas itu aku terobsesi banget jadi guru IPS SD kayak Pak Bambang. Aku seneng sama metode pengajarannya yang fun tapi nge-dong-i. Aku pengen jadi guru kayak dia, apalagi aku suka banget pelajaran sejarah Indonesia. Sampe2 di buku pintar yang ada nama2 universitas aku stabiloin yang ada pendidikan IPS-nya soalnya aku mau jadi guru kayak dia. Akhirnya aku mendeklarasikan pengen masuk kelas IPS.
Tapi, seperti sudah ditebak, ortuku yang sama2 anak IPA menolak. Mereka bilang IPS gak main logika,, menang hapalan & lemah di itung-itungan. Tapi aku rasa itu karakterku. Sejarah ulangan matematikaku, yang paling bagus cuma dapet 80. Itupun awal2 kelas 7 pas bab aljabar. Aljabar dasar, belom yang neko2. Aku kuat di hapalan.
Kelas 10, aku pengen masuk bahasa. Aku pengen jadi penulis. Pernah menang lomba esai yang bikin aku tambah semangat. Tapi sekali lagi, ortuku nggak bolehin. Mereka tetep keukeuh anaknya yang paling cantik ini masuk IPA, tapi dengan alasan2 yang agak 'mengancam'. Mereka mulai ngomongin masa depan. Mereka bilang masuk IPA itu aman soalnya kalo ntar mau kuliah jurusan IPS ato sastra ya bisa keterima. Aku nggak peduli, karena menurutku kalo aku tiga tahun belajar IPA tapi nanti aku masuk sastra Indonesia, apa gunanya selama ini aku ngapalin rumus2 njlimet & begadang bikin laporan?! What I've done like a useless thing. Aku bilang mau masuk sastra, dan beliau bilang gini: "Kamu boleh masuk sastra asal kamu IPA"
What?! Apa ada hubungannya?! Bukankah kita seharusnya menentukan dulu hendak jadi apa kita besok, kemudian kita masuki kelas untuk 2 tahun setelah kelas 10?
Sekarang aku udah dimasukkin di kelas IPS. Aku dicekoki dorongan2 masuk ekonomi. Terserah ekonomi apa, asal bukan manajemen. Aku mau masuk sekolah bisnis. Aku mau masuk Prasmul. Tapi betapa hancur hatiku (KAngen Band banget!!),, aku nggak boleh kuliah di Jakarta... kenapa setiap keputusan yang aku ambil semuanya salah? Aku berani tinggal di Jakarta & ngekos deket kampus. Seharusnya mereka bisa ngelepas aku, sama kayak mereka ngelepas aku sekolah di Jogja. Alasannya: pergaulan di Jakarta sama Jogja beda. Trus kenapa kalo beda? Bukankah hidup di kota yang lebih keras akan lebih mengasah mental?
Seiring berlalu, bergulirnya waktu.. membuka rahasia, rahasia aku.. (Merpati Band)
Aku nggak tertarik lagi sama ekonomi. Aku mikir2 habis memperdalam ilmu ekonomi & akuntansi. Buat apa aku ngurus & megang duit orang? Aku mau sesuatu yang real, yang milikku mutlak. Aku nggak mau pegang2 punya orang. Aku nggak tergoda sama gaji jadi orang yang bergelut di bidang ekonomi. Aku mau imajinasiku lepas, dan itu punyaku seorang. Aku mau mendekap semua milikku tiap hari, bukan milik orang lain. Aku jatuh cinta sama sastra Jepang. Aku pengen nulis buku, puji Tuhan kalo laris. Itu imajinasiku, udah copyright punyaku. Aku bakal bangga kalo bisa mewariskan buku-bukuku buat anak-cucuku. Jadi penulis lebih bebas, gak ada yang menghalangi imajinasimu. Aku bahagia menulis...
Tapi aku inget ortu nggak mau aku masuk sastra soalnya aku nggak IPA. TRus apa?! Aku mau suatu hari nanti nerbitin buku. Aku mau belajar banyak bahasa. Tapi jurusan yang banyak belajar bahasa cuma komunikasi & HI. Tapi aku gak pengen jadi PR, aku gak mau bergelut sama politik. Politik itu busuk. PR itu munafik dan terlalu dipaksa untuk ramah, senyum, sabar. Aku mau masuk filsafat. Aku gak akan membelokkan teologi. Yang aku tau, buku karangan orang2 filsafat itu bagus & laris. Aku mau masuk filsafat. Aku mau jadi penulis...
Biarkan aku jatuh cinta...
Biarkanku menggapaimu, memelukmu, memanjakanmu...
Biarkan aku menjaga perasaan ini ooo...
Bersamamu ku rasakan, yang tak pernah ku rasakan sebelumnya...
Bila aku jatuh cinta, jatuh cinta, bersama dirimu...
Semua telah terjadi aku tak bisa berhenti memikirkanmu, dan ku harapkan engkau tahu...
Biarkan aku bahagia bersama pilihanku...
Nggak segitunya kali., tapi maaf ya kanca2,, judul tadi nggak buat "seseorang" yang ada di dekatku sekarang.
Oke, it's about my choice. Kembali ke penerimaan rapor kenaikan kelas 11 (maksudnya naik ke kelas 11), setahun kurang dikit yang lalu. Aku cukup mengecewakan hati ortuku dengan masuk kelas second choice yang pastinya tidak-diinginkan-untuk-terjadi. Tapi ini pilihanku, malahan aku udah netapin sejak kelas 4 SD. Pas itu aku terobsesi banget jadi guru IPS SD kayak Pak Bambang. Aku seneng sama metode pengajarannya yang fun tapi nge-dong-i. Aku pengen jadi guru kayak dia, apalagi aku suka banget pelajaran sejarah Indonesia. Sampe2 di buku pintar yang ada nama2 universitas aku stabiloin yang ada pendidikan IPS-nya soalnya aku mau jadi guru kayak dia. Akhirnya aku mendeklarasikan pengen masuk kelas IPS.
Tapi, seperti sudah ditebak, ortuku yang sama2 anak IPA menolak. Mereka bilang IPS gak main logika,, menang hapalan & lemah di itung-itungan. Tapi aku rasa itu karakterku. Sejarah ulangan matematikaku, yang paling bagus cuma dapet 80. Itupun awal2 kelas 7 pas bab aljabar. Aljabar dasar, belom yang neko2. Aku kuat di hapalan.
Kelas 10, aku pengen masuk bahasa. Aku pengen jadi penulis. Pernah menang lomba esai yang bikin aku tambah semangat. Tapi sekali lagi, ortuku nggak bolehin. Mereka tetep keukeuh anaknya yang paling cantik ini masuk IPA, tapi dengan alasan2 yang agak 'mengancam'. Mereka mulai ngomongin masa depan. Mereka bilang masuk IPA itu aman soalnya kalo ntar mau kuliah jurusan IPS ato sastra ya bisa keterima. Aku nggak peduli, karena menurutku kalo aku tiga tahun belajar IPA tapi nanti aku masuk sastra Indonesia, apa gunanya selama ini aku ngapalin rumus2 njlimet & begadang bikin laporan?! What I've done like a useless thing. Aku bilang mau masuk sastra, dan beliau bilang gini: "Kamu boleh masuk sastra asal kamu IPA"
What?! Apa ada hubungannya?! Bukankah kita seharusnya menentukan dulu hendak jadi apa kita besok, kemudian kita masuki kelas untuk 2 tahun setelah kelas 10?
Sekarang aku udah dimasukkin di kelas IPS. Aku dicekoki dorongan2 masuk ekonomi. Terserah ekonomi apa, asal bukan manajemen. Aku mau masuk sekolah bisnis. Aku mau masuk Prasmul. Tapi betapa hancur hatiku (KAngen Band banget!!),, aku nggak boleh kuliah di Jakarta... kenapa setiap keputusan yang aku ambil semuanya salah? Aku berani tinggal di Jakarta & ngekos deket kampus. Seharusnya mereka bisa ngelepas aku, sama kayak mereka ngelepas aku sekolah di Jogja. Alasannya: pergaulan di Jakarta sama Jogja beda. Trus kenapa kalo beda? Bukankah hidup di kota yang lebih keras akan lebih mengasah mental?
Seiring berlalu, bergulirnya waktu.. membuka rahasia, rahasia aku.. (Merpati Band)
Aku nggak tertarik lagi sama ekonomi. Aku mikir2 habis memperdalam ilmu ekonomi & akuntansi. Buat apa aku ngurus & megang duit orang? Aku mau sesuatu yang real, yang milikku mutlak. Aku nggak mau pegang2 punya orang. Aku nggak tergoda sama gaji jadi orang yang bergelut di bidang ekonomi. Aku mau imajinasiku lepas, dan itu punyaku seorang. Aku mau mendekap semua milikku tiap hari, bukan milik orang lain. Aku jatuh cinta sama sastra Jepang. Aku pengen nulis buku, puji Tuhan kalo laris. Itu imajinasiku, udah copyright punyaku. Aku bakal bangga kalo bisa mewariskan buku-bukuku buat anak-cucuku. Jadi penulis lebih bebas, gak ada yang menghalangi imajinasimu. Aku bahagia menulis...
Tapi aku inget ortu nggak mau aku masuk sastra soalnya aku nggak IPA. TRus apa?! Aku mau suatu hari nanti nerbitin buku. Aku mau belajar banyak bahasa. Tapi jurusan yang banyak belajar bahasa cuma komunikasi & HI. Tapi aku gak pengen jadi PR, aku gak mau bergelut sama politik. Politik itu busuk. PR itu munafik dan terlalu dipaksa untuk ramah, senyum, sabar. Aku mau masuk filsafat. Aku gak akan membelokkan teologi. Yang aku tau, buku karangan orang2 filsafat itu bagus & laris. Aku mau masuk filsafat. Aku mau jadi penulis...
Biarkan aku jatuh cinta...
Biarkanku menggapaimu, memelukmu, memanjakanmu...
Biarkan aku menjaga perasaan ini ooo...
Bersamamu ku rasakan, yang tak pernah ku rasakan sebelumnya...
Bila aku jatuh cinta, jatuh cinta, bersama dirimu...
Semua telah terjadi aku tak bisa berhenti memikirkanmu, dan ku harapkan engkau tahu...
Biarkan aku bahagia bersama pilihanku...
Kamis, 28 Januari 2010
naze watashi wa subete no ima sugu ai tai ?
Ya ampun.. habis setahun ninggalin Bontang, tapi kenapa baru sekarang ngerasa yang namanya KANGEN setengah idup!
Mungkin aku juga kangen sama si Ma Bun Cay yang ninggalin aku sampe Sabtu buat retreat,, n aku inget kalo temen2 YPK pada mo study tour ke Jogja tanggal 5 Februari besok!!
Aku pengeeeeeeeeen banget ketemu mereka,, tapi ya tergantung jadwal mereka juga. Andai aja malem minggu ato minggu siang mereka main ke Malioboro, aku bisa ketemu mereka. Rasanya nggak sabar nunggu bulan Februari.
Mungkin salahku yang nggak maksimalin waktu liburan kemarin buat main
Rabu, 23 Desember 2009
Mirengaken
Dia emang bukan siapa-siapaku. Bukan milikku, apalagi mantan milikku. Tapi udah berulang kali aku tahan perasaan aneh-anehku ini, dan sekarang aku harus bilang "nggak" untuk lihat dia lagi. Sengaja nggak sengaja. Senyum nggak senyum. Rapi nggak rapi. Putih nggak putih. Pokoknya nggak!
Agak bergetar aku pas nulis ini. Rasanya ada yang ngalir, tapi itu juga perasaan nggak enak. Dia bukan siapa-siapa, tapi kenapa aku harus sedih pas mutusin untuk nggak ada dia lagi? Dia nggak bakal ngerasa apa yang aku rasa, tapi aku begitu badai solar buat mutusin ini. Mungkin aku berle buanget. Tapi biar aku nggak bener-bener berle, aku nggak remove dia dari FB.
Dia nggak tau apa perasaanku, tapi lebih baik gitu. Soalnya dia bukan siapa-siapaku, aku juga bukan siapa-siapanya. Aku mungkin bakal memutuskan buat menghindari tempat yang ada dia-nya. Tapi mana aku tahu kalo nanti ketemu? Kalo nanti aku ketemu, palingan cuman bisa buang muka. Paling terpaksa juga lihat sekilas dan ngeliat lainnya yang lebih bagus.
Perasaan ini mesti dihilangin.
Aku nggak berhak ngedeketin dia lagi.
Natal oh Natal... Natal kelabu lagi..
Rasanya apa yang aku kirim begitu nggak penting buatnya.
Nggak apa-apa..
Hey Indahku,
walau kau tak membaca, biarkan angin menghembuskan
berbisik suatu ungkapan dariku
Selamat natal, Indahku..
Kau memang Indah dan menarik
walau aku bukan siapa-siapa
Biarkan aku berkata
berbahagialah, seperti senyummu
teruslah jalan
bersama yang lain
walau kau tak merasa
jika kita bertemu,
maaf aku tak sanggup menatapmu..
Agak bergetar aku pas nulis ini. Rasanya ada yang ngalir, tapi itu juga perasaan nggak enak. Dia bukan siapa-siapa, tapi kenapa aku harus sedih pas mutusin untuk nggak ada dia lagi? Dia nggak bakal ngerasa apa yang aku rasa, tapi aku begitu badai solar buat mutusin ini. Mungkin aku berle buanget. Tapi biar aku nggak bener-bener berle, aku nggak remove dia dari FB.
Dia nggak tau apa perasaanku, tapi lebih baik gitu. Soalnya dia bukan siapa-siapaku, aku juga bukan siapa-siapanya. Aku mungkin bakal memutuskan buat menghindari tempat yang ada dia-nya. Tapi mana aku tahu kalo nanti ketemu? Kalo nanti aku ketemu, palingan cuman bisa buang muka. Paling terpaksa juga lihat sekilas dan ngeliat lainnya yang lebih bagus.
Perasaan ini mesti dihilangin.
Aku nggak berhak ngedeketin dia lagi.
Natal oh Natal... Natal kelabu lagi..
Rasanya apa yang aku kirim begitu nggak penting buatnya.
Nggak apa-apa..
Hey Indahku,
walau kau tak membaca, biarkan angin menghembuskan
berbisik suatu ungkapan dariku
Selamat natal, Indahku..
Kau memang Indah dan menarik
walau aku bukan siapa-siapa
Biarkan aku berkata
berbahagialah, seperti senyummu
teruslah jalan
bersama yang lain
walau kau tak merasa
jika kita bertemu,
maaf aku tak sanggup menatapmu..
Minggu, 20 Desember 2009
Kamisama...
Kepengen nangis aja ngerenungi kejadian tadi. Mungkin nggak seharusnya aku pikirin terus, aku masukin ke hatiku yang udah digerogoti virus setahun yang lalu.
Virus?
Ya, saya pernah kena penyakit yang nyerang HATI. hati organ dalam, bukan hati perasaan.
Tapi itu udah setaon yang lalu, man! Lihat diriku begitu ceria, nyanyi, ketawa-ketawa, lonjak-lonjak, naik tangga satu langkah dua anak tangga, nggosok cucian dengan semangat walo cuma nyuci jeroan, jalan dari asrama sampe gale tanpa ngos-ngosan, makan banyak, ngerjain PR setublek tanpa stress, mataku udah nggak kuning cuy!
Trus kenapa aku kayak punya penyakit njijiki njur kowe ora wani cedak-cedak aku?!
kowe ngira nek aku salaman mbek kowe, njur kowe keno hepatitis po? kowe ngira nek aku ngembuske napas cedak kowe, njur kowe koreng-koreng kaya sikilku?!
hey ndul, duwe buku biologi ki diwoco!
golekno obat sing isa mateni virus hepatitis ben kowe isa sosial karo wong sing bar lara hepatitis!
aku yo ra gelem donorke darahku ning enggonmu og.
Lagian pas aku sakit yo iku gek KLB ning jogja. So, ora mung dudu aku sing keno penyakit njijiki kuwi.
Aku ini memang orang yang pernah punya riwayat penyakit njijiki. Tapi hepatitis A adalah penyakit yang bisa sembuh. Itu penyakit bukan gara2 jarum suntik, tato, ato hubungan seks. itu hepatitis B. Kowe lulus TK ora to?
Aku udah sembuh. aku udah sembuh woy!! ngapain kowe jijik karo aku?! jijik ki karo awakmu dewe, cuk!
Tapi itu karepmu lah.
Tanpamu aku masih punya mereka.
afu tenan kowe!!!!
Virus?
Ya, saya pernah kena penyakit yang nyerang HATI. hati organ dalam, bukan hati perasaan.
Tapi itu udah setaon yang lalu, man! Lihat diriku begitu ceria, nyanyi, ketawa-ketawa, lonjak-lonjak, naik tangga satu langkah dua anak tangga, nggosok cucian dengan semangat walo cuma nyuci jeroan, jalan dari asrama sampe gale tanpa ngos-ngosan, makan banyak, ngerjain PR setublek tanpa stress, mataku udah nggak kuning cuy!
Trus kenapa aku kayak punya penyakit njijiki njur kowe ora wani cedak-cedak aku?!
kowe ngira nek aku salaman mbek kowe, njur kowe keno hepatitis po? kowe ngira nek aku ngembuske napas cedak kowe, njur kowe koreng-koreng kaya sikilku?!
hey ndul, duwe buku biologi ki diwoco!
golekno obat sing isa mateni virus hepatitis ben kowe isa sosial karo wong sing bar lara hepatitis!
aku yo ra gelem donorke darahku ning enggonmu og.
Lagian pas aku sakit yo iku gek KLB ning jogja. So, ora mung dudu aku sing keno penyakit njijiki kuwi.
Aku ini memang orang yang pernah punya riwayat penyakit njijiki. Tapi hepatitis A adalah penyakit yang bisa sembuh. Itu penyakit bukan gara2 jarum suntik, tato, ato hubungan seks. itu hepatitis B. Kowe lulus TK ora to?
Aku udah sembuh. aku udah sembuh woy!! ngapain kowe jijik karo aku?! jijik ki karo awakmu dewe, cuk!
Tapi itu karepmu lah.
Tanpamu aku masih punya mereka.
afu tenan kowe!!!!
Jumat, 18 Desember 2009
Mahal Semuanya!!!
whuaaaaaa...!!
akhirnya aku pulang ke home sweet home di Bontang!
udah libur natal nih..
tapi pertama kali di Bontang, aku bingung banget, mau ngapain aja selama disini?? nggak nyusun rencana sama sekali.
hari pertama nyoba internetan di rumah. modem baru cuuuy!
OL terus sampe ngantuk,, soalnya modemnya juga cepet buanget. jadi nggak bosen natap layar komputer mulu. persis buanget sama lagunya Saykoji. Onlen onlen, onlen onleeeeen..!!
hari kedua? bangun pagi2,, nyolokin stop kontaknya modem buat chat sama si koala. kita janji chatting lewat FB soalnya sinyal XL jelek banget pas masuk di rumah (cedake alas og.. elek sinyale.!)
capek OL,, nonton TV njur ma'em..
dari OL tadi aku chatting sama temen lama. get connected! tukeran nomer! lumayan lumayan..
trus pengen ma'em pempek. tapi baru kesampean barusan jam 8an. pempek disini enak sih.. mamen deh pokoknya!
aku sama adikku yang paling kecil ngacir ke penjual pempek di puja sera,, trus pesen tiga kapal selam sama lima kulit. udah ngiler buanget deeeeh..!
tapi begitu disebutin totalnya,,
DUA PULUH SEMBILAN RIBU RUPIAH!!!!
Masya Allah... innalilahi..!!
woooooyy!! mahal banget sih!!!!! kagak tau apa kalo segitu tuh bisa buat makan es krim sama kentang large di McD?!!! kembaliannya masih bisa buat angkringan juga!!!!
gila gila gilaaaa..!!
tapi demi nyelametin muka,, aku stay cool aja.,
aku inget kalo di kantong cuma ada dua puluh DELAPAN ribu rupiah! artinya KURANG SERIBU RUPIAH.
aku bilang aja sama mbak penjualnya mo ambil seribuannya sama bapak. kebetulan bapak lagi belanja di swalayan yang satu komplek sama puja seranya.,
habis dapet itu selembar uang seribu, aku bayar cepet2.
GILA AJA SEEEEEHH!!!
pas perjalanan pulang di mobil,, aku bilang kalo pempek sekarang mahal banget!! padahal nggak ada berubah2nya sama yang dulu. edhan aja. kagak sekalian tiga puluh ribu?!
trus bapak bilang kalo sekarang emang mahal banget. makan ayam sama minumnya aja bisa dua puluh satu ribu. itu satu porsi, man!
segitu sih bisa buat beli dua porsi genther yang uenak buanget plus minumnya. udah gitu sisa seribu bisa buat ngenet di asrama setengah jam. AJEGILEEEE...!!
apanya sih yang bikin mahal?!
padahal isinya sama aja. ukurannya nggak berubah. minyaknya juga gak tambah banyak.
sumpah deh!!
semuamuamuamua MAHAL di Bontang!!
gilllaaaaaaaa...!!!!!
akhirnya aku pulang ke home sweet home di Bontang!
udah libur natal nih..
tapi pertama kali di Bontang, aku bingung banget, mau ngapain aja selama disini?? nggak nyusun rencana sama sekali.
hari pertama nyoba internetan di rumah. modem baru cuuuy!
OL terus sampe ngantuk,, soalnya modemnya juga cepet buanget. jadi nggak bosen natap layar komputer mulu. persis buanget sama lagunya Saykoji. Onlen onlen, onlen onleeeeen..!!
hari kedua? bangun pagi2,, nyolokin stop kontaknya modem buat chat sama si koala. kita janji chatting lewat FB soalnya sinyal XL jelek banget pas masuk di rumah (cedake alas og.. elek sinyale.!)
capek OL,, nonton TV njur ma'em..
dari OL tadi aku chatting sama temen lama. get connected! tukeran nomer! lumayan lumayan..
trus pengen ma'em pempek. tapi baru kesampean barusan jam 8an. pempek disini enak sih.. mamen deh pokoknya!
aku sama adikku yang paling kecil ngacir ke penjual pempek di puja sera,, trus pesen tiga kapal selam sama lima kulit. udah ngiler buanget deeeeh..!
tapi begitu disebutin totalnya,,
DUA PULUH SEMBILAN RIBU RUPIAH!!!!
Masya Allah... innalilahi..!!
woooooyy!! mahal banget sih!!!!! kagak tau apa kalo segitu tuh bisa buat makan es krim sama kentang large di McD?!!! kembaliannya masih bisa buat angkringan juga!!!!
gila gila gilaaaa..!!
tapi demi nyelametin muka,, aku stay cool aja.,
aku inget kalo di kantong cuma ada dua puluh DELAPAN ribu rupiah! artinya KURANG SERIBU RUPIAH.
aku bilang aja sama mbak penjualnya mo ambil seribuannya sama bapak. kebetulan bapak lagi belanja di swalayan yang satu komplek sama puja seranya.,
habis dapet itu selembar uang seribu, aku bayar cepet2.
GILA AJA SEEEEEHH!!!
pas perjalanan pulang di mobil,, aku bilang kalo pempek sekarang mahal banget!! padahal nggak ada berubah2nya sama yang dulu. edhan aja. kagak sekalian tiga puluh ribu?!
trus bapak bilang kalo sekarang emang mahal banget. makan ayam sama minumnya aja bisa dua puluh satu ribu. itu satu porsi, man!
segitu sih bisa buat beli dua porsi genther yang uenak buanget plus minumnya. udah gitu sisa seribu bisa buat ngenet di asrama setengah jam. AJEGILEEEE...!!
apanya sih yang bikin mahal?!
padahal isinya sama aja. ukurannya nggak berubah. minyaknya juga gak tambah banyak.
sumpah deh!!
semuamuamuamua MAHAL di Bontang!!
gilllaaaaaaaa...!!!!!
Langganan:
Postingan (Atom)